Jadilah bodoh dan amatir!

Hidup manusia adalah sebuah alur, sebuah putaran roda yang dimulai dari kelahiran dan diakhiri dengan kematian,

Selama proses kehidupan tersebut, manusia dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap macam macam hal yang lewat di alur hidupnya.

Belajar dan terus belajar, itulah hidup manusia,

Dari hasil belajar itu lalu kita menjadi tau terhadap hal hal yang terjadi di kehidupan kita, banyak yang kemudian menjadi ahli dan lalu mengajari orang lain, entah itu ahli dalam pekerjaan, ahli dalam cara berpikir, ataupun ahli agama

Saat kita menjadi seorang ahli, seringkali ego ahli, ego senior merasuk ke diri kita, merasa diri ini pintar, merasa diri ini tau banyak,

Namun tahukah anda, sebenarnya merasa ahli, merasa pintar, merasa senior itu sebenarnya berbahaya?
Dalam tahap merasa ahli ini banyak yang kemudian berhenti belajar, berhenti bertanya, angkuh, lalu memandang rendah terhadap sesuatu yang dia anggap kecil dan tak sebanding dengan keahliannya, termasuk memandang remeh terhadap junior dan memandang remeh pekerjaan pekerjaan kecil, dan tidak kurang seseorang yang merasa ahli kemudian menjadi anti kritik dan tidak kritis lagi,

Saat dia mendapatkan kritik dari orang yang dia pandang tidak sebesar dia, egonya akan naik lalu alih alih memandang kritik tersebut sebagai sebuah masukan dia malah memandang kritik tersebut sebagai penghinaan, sebagai pelecehan terhadap apa yang dia yakini sebagai keahliannya

DIa akan berusaha membentengi dirinya dari perasaan dilecehkan tersebut, mencari cari pembenaran terhadap sikapnya dan mengabaikan kritik yang masuk, walau sebenarnya di dalam hati dia tau kritik itu benar namun dia tak mau mengakuinya

Ego itu pun akan membuat dia tidak kritis terhadap keanehan keanehan di sekitarnya, karena perhatiannya seringkali hanya terpusat pada hal hal yang dia anggap layak untuk dia perhatikan, dan bukan tidak mungkin hal ini akan membuat dia mudah terjebak

Kenapa? karena orang yang merasa pintar seringkali merasa malu untuk bertanya, terutama bila yang dipertanyakan adalah hal yang dianggapnya remeh,kecil atau lebih diketahui juniornya

Sungguh teramat beda sekali dengan sikap yang di tunjukan sewaktu masih amatiran, masih pemula, masih bodoh,

Si bodoh tidak akan berhenti belajar karena dia merasa masih membutuhkan pelajaran yang lebih dan lebih lagi,

Si amatir tidak akan menyombongkan dirinya, karena dia tidak merasa pantas untuk bersikap sombong,

Si pemula tak akan merasa malu untuk bertanya, sekalipun itu hal hal yang remeh dan kecil, jika dirasa aneh dan dia tak mengetahui jawabnya

Dengan begitu, si junior ini justru akan lebih eling dan waspada dibanding dia yang merasa dirinya ahli dan senior,

Maka dari itu, tetaplah dalam hidup ini anda menjadi seorang pemula, jangan merasa ahli, dan teruslah belajar

=============
Akeh lumuh katokna balilu, marma tansah mintonaken kawruh pribadi, amrih denalema punjul

Banyak banyaklah menahan diri dan memperlihatkan kebodohan, jangan menyombongkan kemampuan sendiri, jangan pelihara sikap ingin dipuji

Serat Wedharaga
R. Ng. Ranggawarsita



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s