Cipta,

Ketika kau telah menyerahkan dirimu sepenuhnya untuk meyakini bahwa seseorang memiliki pengetahuan yang benar untuk meluruhkan keingintahuan dalam dirimu, maka kau harus meyakini dengan teguh pondasi pengetahuan yang ia tanamkan sebagai landasan kokoh bangunan keyakinanmu nantinya. Ia yang kau yakini tak akan membiarkanmu mendengarkan segala ucapnya tanpa ia berikan ujian sebagai keteguhan untukmu, atau bahkan bisa jadi ia ingin mensucikan dirimu dengan api imajimu sendiri agar kaupun dapat duduk bersama dengannya dialtar pemujaan. Maka jika dikatakan cipta, lihatlah tentang pengetahuan tentang keinginan Tuhan untuk mengenali diri, karena hasrat kuatnya untuk dapat mengenali diri, Dia menemukan ide tetang penciptaan semesta raya. Kemudian Ia tidak menemukan kecuali diriNya sendiri untuk dijadikan benih dalam proses penciptaan semesta raya sebagai pemenuhan keinginanNya untuk dapat mengenali diri. Maka jika engkau menginginkan satu wujud kebendaan dihadapanmu, engkau harus menemukan ide dan mengambil sesuatu dari dirimu sendiri untuk kau jadikan benih yang akan melalui proses hingga terwujud apa yang kau ingini. Jika kau mengambil benih imaji, apakah yang tumbuh dari benih itu jika bukan imaji, dan bagaimana bisa kau inginkan buah yang lain kecuali adalah imaji itu sendiri yang akan kau petik?.

Published with Blogger-droid v1.7.4


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s