MENGAPA KITA DISINI?

Teks book Kitab suci Budha, Injil dan Al Quran mengatakan bahwa Tuhan bersemayam di dalam tubuh ini. “ Kemana saja kamu berada kamu beserta Tuhan “ ( QS. Al Hadid 4 ). Jadi siapakah lagi yang ada di dalam sana, selain Tuhan? Jika kita adalah kuil, Wihara, Gereja atau Masdjid dan Tuhan adalah satu-satunya yang tinggal di sana, maka siapakah kita, selain Tuhan? Jika kita tidak ingat, itu tidak apa-apa, tetapi kita tetaplah bagian daripada Tuhan….dalam Asma, Sifat dan Af’al-Nya. Halah…halah…jadinya kayak kasusnya Mansur Al Halajj dan Kang Siti Jenar ajah neh……
 
Jadi peran apapun yang kita pilih, sebagai Tuhan dari segala dewa, kita harus menghormatinya. Sebagai Bapak/Ibu dari segala makhluk, kita harus menghormati keinginan kita sendiri dan pilihan kita untuk hidup dan menyatakan Diri kita yang agung untuk menempuh jalan manapun yang kita inginkan sesuai dengan Petunjuk-Nya ( Ihdinas Sirotol Mustaqim ).
Itulah sebabnya mengapa manusia-manusia pemberi petunjuk setiap KAUM pada tiap-tiap jaman selalu mengatakan pada kita bahwa, kita sebaiknya tidak perlu menghakimi orang terlebih-lebih yang berkaitan denga KEYAKINAN maupun Agama yang dianutnya. Karena kita tidak tahu jalan yang telah dipilih makhluk lain untuk dijalani. Mereka melakukan berbagai hal sehingga mereka dapat mengetahui Tuhan dengan cara yang berbeda. Mereka mungkin memilih untuk menjadi seorang yang kelihatannya buruk, seorang yang sangat rendah atau seorang yang disebut tak bermoral. Tetapi itulah cara-cara mereka untuk mengenal Tuhan-Nya. Dengan memilih untuk menjadi bukan-Tuhan, orang itu suatu hari akan tahu bahwa itu bukanlah DIRInya. Tetapi mereka harus kembali dan belajar keseluruhannya lagi. Karena jika kita selalu tinggal di Surga dan menjadi Tuhan sepanjang waktu, kita tidak akan mengenali diri kita sebagai Tuhan. Jadi kita harus merendahkan diri kita dan turun ke tingkat fisik ini yang lengkap dengan bawaan lahir seperti BATIN ( nurani ), NAFSU ( naluri ) dan Akal Pikiran sehingga kita dapat sekali lagi mengenali keagungan kita sendiri. Sebagai makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat dalam komunitas apapun dan dimanapun.
Jadi jawaban akan pertanyaan tentang mengapa kita di sini adalah : Karena kita ingin mengetahui dan mengenal Tuhan…!!.
Ketika kita merasa jika waktunya telah sampai, itulah saatnya kita memilih untuk mengingat diri kita kembali. Itulah saatnya kita mencari teman rohani, kelompok rohani atau mungkin Guru Spiritual sehingga kita dapat mengingatnya dengan cepat; karena kita telah lupa bagaimana mengingatnya dan kemana mencarinya. Jadi beberapa teman yang telah mengingat diriNya mungkin dapat menolong kita. Dan kemudian kita mengenali bahwa kita bukanlah apapun selain Yang Maha Tinggi, yaitu Tuhan. Kita mengenali Yang Maha Tinggi yang menempati dan tubuh ini.
Tetapi sebenarnya, Tuhan tidak menempati tubuh ini. Dia yang menampung tubuh kita. Dialah yang MELIPUTI seluruh alam ini…!! Tetapi kembali, istilah rohani bukanlah merupakan ilmu eksak. Jadi tidak peduli seberapa banyak seorang Guru mengatakan pada kita tentang Tuhan atau seberapa fasih seorang teman rohani berbicara tentang Insan Agung di dalam diri kita, kita tidak dapat mengerti hanya dengan mendengarkan atau melihatnya saja. Karena kita juga tak akan bisa merasakan nikmatnya masakan seperti yang dirasakan oleh Bondan dalam program kulinernya yang kita lihat di tayangan TV, bila kita tidak ikut terjun langsung di dalamnya dan mempraktekkannya lalu merasakan apa yang telah kita praktekkan. Jadi Guru rohani, pembimbing atau seorang teman harus menunjukkan pada kita secara praktek, tidak hanya secara teori. Demikian juga, kita dapat melakukan hal semacam itu, jika kita benar-benar mau mendekati dan menghendaki kehadiran-Nya. Kita dan para murid-murid manusia tercerahkan seperti Musa, Isa, Muhammad, sang Budha dll adalah sama….!!, karena pada dasarnya mereka telah mengatakan pada kita bahwa, kita semua adalah TAJALI Tuhan dalam SIFAT dan AF’AL-Nya.Tetapi karena kita-kita telah LUPA…., kita-kita telah LALAI…..malah kadang kita-kita telah BERSELINGKUH…..atau bahkan kita-kita ini telah INGKAR….? adakalanya satu atau dua teman datang untuk mengingatkan kita, tetapi hanya ketika kita siap. Karena jika kita belum siap, tak seorang pun dapat melakukan apa-apa bagi kita.
Jadi….marilah kita bersiap-siap dalam bentuk ke IKHLASAN, ke PASRAHAN dan ke RIDHOAN serta KESABARAN sang DIRI…untuk menerima KEHADIRAN-Nya ataukah kita yang harus hadir menuju ke HADIRAT-Nya….untuk MANUNGGAL dan MENYATU bersama-Nya. Sebagaimana janjinya bahwa“ Semua yang berasal dari pada-KU, maka akan kembali kepada-KU “.
Inilah alasannya mengapa KITA berada di Sini…??.

By Ahsanun Nailillah

“”

Published with Blogger-droid v1.7.4


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s