Sayap-Sayap Patah, Kahlil Gibran, 1

PENDERITAAN SUNYI

TETANGGAKU, kalian ingat fajar muda atas kenikmatan dan penyesalan atas berlalunya, namun aku mengingatnya seperti seorang pesakitan yang teringat pada terali dan belenggu penjaranya. Kalian mengatakan tahun-tahun antara bayi dan masa muda adalah era emas yang bebas dari asuhan dan kurungan, namun aku menyebut tahun-tahun itu sebagai era penderitaan sunyi yang menetes seperti benih kedalam hatiku. dan tumbuh dengannya dan tidak dapat menemukan jalan keluar kedunia pengetahuan dan kebijaksanaan sampai cinta datang dan membuka pintu hati dan menyinari sudut-sudutnya. Cinta memberiku lidah dan air mata. Kalian teringat pada kebun-kebun dan anggrek, serta tempat pertemuan dan sudut jalan yang menyaksikan permainanmu dan bisikan tak bersalahmu; dan aku ingat juga titik indah di Lebanon Utara. Setiap kali aku menutup mataku aku aku melihat lembah-lembah itu penuh dengan keajaiban dan martabat serta gunung-gunung itu tertutup kejayaan dan kebesaran yang berusaha menggapa langit.Setiap kali aku menutup teingaku dari hiruk pikuk kota, aku mendengar gumaman sungai dan derak ranting pohon.Semua keindahan yang kukatakan sekarang dan yang kunanti, seperti seorangg anak kecil yang menanti payudara ibunya, melukai jiwaku, memenjarakan dalam kegelapan masa  muda, seperti elang yang menderita dalam sangkarnya ketika melihat kumpulan burung yang terbang bebas diangkasa luas. Lembah-lembah dan bukit-bukit membakar imajinasiku, namun kepahitan pikiran memenuhi sebuah jaring keputusasaan disekeliling hatiku.

Setiap kali aku pergi keladang, aku kembali dengan kecewa, tanpa pemahaman apa yang menjadi penyebab kekecewaanku. Setiap kali aku memandang langit kelabu, aku merasa hatiku berdebar. Setiap kali aku mendengar nyanyian burung dan ocehan musim semi, aku menderita tanpa mengerti alasan penderitaanku. Katanya keburukan membuat seorang manusia merasa hampa dan kehampaan membuat dia riang. Mungkin benar untuk mereka yang lahir, mati dan yang seperti mayat membeku; namun pemuda sensitif yang merasakan banyak hal dan mengetahui sedikit adalah makhluk paling menyedihkan dibawah sinar matahari, karena dia dicabik oleh dua kekuatan. Kekuatan pertama adalah kekuatan yang mengangatnya dan menunjkan padanya keindahan keberadaan melalui alam mimpi; dan kekuatan kedua adalah yang menark ia kebawah tanah dan mengisi matanya dengan debu dan memperkuatnya dengan ketakutan dan kegelapan.

Kesendirian memiliki tangan selembut sutra, namun dengan jari kuat tangan itu menggengm hatinya dan membuatnya sakit dengan penderitaan. Kesendirian adalah sekutu dari penderitaan seperti juga teman keagungan spiritual.

Jiwa anak lelaki yang melalui penderitaan adalah seperti lili putih yang baru mekar. Ia bergetar didepan angin dan membuka hatinya pada siang dan menutup daunnya ketika bayangan malam datang. Bila anak itu tidak memiliki pengalihan atau teman atau sahabat dalam permainannya, hidupnya akan seperti penjara sempit, dimana ia tidak akan dapat melihat apapun kecuali sarang laba-laba dan tidak dapat mendengar apapun kecuali serangga yang merayap.

Penderitaan yang meliputi masa mudaku tidak disebabkan karena kurangnya kegembiraan, karena aku mendapatkannya; tidak juga dari kurangnya teman , karena aku dapat menemukan mereka. Penderitaan itu disebabkan oleh penyakit didalam yang membuatku mencintai kesendirian. Penyakit itu membunuh kenikmatan permainan dan kegembiraan dalam diriku. Ia juga menyingkirkan dariku sayap masa muda dan membuatku seperti danau diantara gunung-gunung yang memantulkan bayangan hantu dan warna awan serta pepohonan, namun tidak dapat menemukan jalan keluar yang dapat dilalui nyanyian hingga kelaut.

Itulah kehidupanku sebelum aku mencapai usia delapan belas. Tahun itu seperti puncak gunnung dalam kehidupan, karena ia membangunkan pengetahuan dalam diriku dan membuatku mengerti perubahan dalam diri manusia. Pada tahun itu aku dilahirkan kembali, Dan kecuali seseorang lahir lagi hidupnya akan seperti kertas kosong dalam buku keberadaan. Pada tahun itu aku melihat malaikat disurga menatapku melalui mata seorang wanita cantik. Aku juga melihat iblis-iblis neraka murka dalam hati seorang manusia jahat. Ia yang tidak melihat malaikat dan iblis dalam keindahan dan kekejaman kehidupan akan berada jauh dari pengetahuan, dan jiwanya akan hmpa kasih sayang.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s