Keberadaan Tunggal

Bismillah,

Renungan Pagi pada Penciptaan Semesta Raya.

“Aku adalah Perbendaharaan Yang Tersembunyi. Aku ingin dikenali lalu Aku ciptakan makhluk agar Aku dikenali”.

Semesta raya ini ada, karena adanya/berawal dari ide, dari suatu Keberadaan Tunggal. Tuhan adalah Keberadaan Tunggal yang tak sesuatupun ada kecuali adalah Keberadaan dari Tuhan itu sendiri(Ke-Esa-an). Tuhan~ketika itu~tidak mengenali akan keadaan-Nya sendiri(Aku adalah perbehendaraan tersembunyi)~karena tidak ada sesuatu selain ada-Nya maka akalpun dapat menerima bahwa Tuhan menjadi perbehendaraan tersembunyi bagi Tuhan itu sendiri~, namun dalam Keberadaan Tunggal itu telah ada kemampuan-kemampuan dan sifat-sifat yang bahkan Keberadaan Tunggal itu tak mampu untuk mengenali akan kemampuan dan sifat-Nya sendiri, karena jika Keberadaan Tunggal tersebut mampu untuk mengenali diri-Nya sendiri tanpa ada-Nya bentuk dari akibat kemampuan-kemampuan dan sifat-sifat yang ditimbulkan sebagai suatu manifestasi dari adanya Keberadaan Tunggal, maka Keberadaan Tunggal tersebut tidak akan memanifestasikan diri-Nya.(atau Penciptaan ini hanya akan menjadi suatu kesia-sia-an bagi Tuhan)

Keberadaan Tunggal tersebut adalah harta tersembunyi, yang bahkan diri-Nya sendiri tak mampu untuk mengenali akan keberadaan-Nya sendiri(Aku adalah Perbendaharaan Yang Tersembunyi. Aku ingin dikenali lalu Aku ciptakan makhluk agar Aku dikenali), kemudian atas hasrat untuk mengenali akan diri-Nya sendiri, maka Keberadaan Tunggal tersebut memanifestasikan/menyatakan kemampuan-kemampuan dan sifat-sifat yang ada dalam diri-Nya sendiri untuk dapat dikenali oleh diri-Nya sendiri, karena jika Keberadaan Tunggal tersebut menggunakan sesuatu yang lain daripada/diluar diri-Nya sendiri untuk mengenali akan diri-Nya, maka tidaklah dapat diterima secara akal akan kebenaran dari keberadaan suatu keberadaan Tunggal tersebut(karena jika memang ada sesuatu diluar dari Tuhan maka ada dua hal yang salah satunya merusak ke-Esa-an dilain pihak).

Kemampuan dari intelegensia, memanifestesikan diri-Nya menjadi otak, kemampuan berbicara memanifestasikan diri-Nya menjadi lidah, kemampuan mendengar memanifestasikan diri-Nya menjadi telinga, kemampuan melihat menjadi mata, dan seterusnya dan seterusnya(Allah-lah yang menciptakanmu dan menciptakan perbuatanmu). Dan tak ada yang tersisa dari diri-Nya yang telah dimanifestasikan dalam semesta raya (Laa maujuda illallah/Tidak ada wujud kecuali adalah Allah), lalu dapatlah keberadaan tersebut mengenali akan keberadaan-Nya sendiri.

Masihkah kita menciptakan Tuhan diangan-angan kita untuk kita sembah?

~Cintailah orang-orang yang mencintai-Nya~

Salam Tauhid



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s