Purnama dan Ilalang

hari ini…
aku masih belajar tentang kata hati yg bersampul..
biru…merah…pink….dan

apapun…

jika aku kamu salahkan…maka inilah salahku…
jika ini kmu benarkan….maka inilah benarku..
mungkin benar..jika aku adalah dawai busurmu
tempat anak panah yg melesat mengenai karang bercadas..
dan juga benar jika ini adalah bukan kehendakku..

jangan permainkan hatiku…karena akan sakit..
jangn kamu kibas aku dgn sayapmu..
itu akan melumpuhkanku.
tapi nyatamu adalah demikian..
ini kata hati bersampulku..

tlah kmu bidik aku tepat ditengkuk rinduku..
dalaaaam….sedalam batas sadarku…
lalu akupun terhenyak pada hati bersimpulku..
raabb…
mau kamu jadikan apa aku…

jika aku rindu…
jangan tertawakan aku..
jika aku sedih
jangn diamkan aku…

tpi…
selalu kmu arahkan pedang bermata duamu
tepat dikedua mataku..
dan yng kulihat kamu berkata dg tertawa..

”….duduklah disitu..
lihatlah tarianku…
aku tak peduli apa itu menyakitimu..
atau membahagiakanmu…
aku tak pedulikan dirimu…”

itu katamu dalam setiap tarianmu..
itu kamu…kamu…kamu…

aku hnya penghayal senja yang tak membawa pelita
aku hnya tebaran ilalang dalam purnamamu..
yaahh…akulah ilalang kering..
dan kamulah purnama yng berpelita..
jangn hnya arahkan dua mata pedangmu pada mataku..
tebaslah aku sebisamu..semampumu dalam tegamu..

By Zahra Binti Maliki @ Facebook

Blogged with the Flock Browser


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s