Nasihatmu tadi,

menggema jelas nasihat indah dari sahabat,
siang tadi,
sebelum kunikmati perjalanan panjang,
dan terputar kisah sebelum ini dilayar lamunanku,

tentang tanyamu akan keyakinan,
bahwa tak kan apapun kudapat dari pencarianku,
‘kemanapun jua kakimu melangkah atas jawab tanyamu,
ditujuanmu itu akan tetap sama tak kan ada apapun’,

sungguh itu mencabiku,
meski bukan darah yang memancar,
hanya keringat beku deras yang ada,
karena tanyamu itu,

lalu kulihat dilayar lamunanku,
kulihat disana adaku memegang kuncikunci,
lalu ditiap pintu yang kudatangi dan kubuka pintu dengan kunci ditanganku,
hanya ada ruang kosong tanpa apapun,

selalu seperti itu ditiap pintu,
ingin tak kupegang katamu tadi,
dan sekali lagi hanya ada ruang kosong,
dari pintu yang terbuka dengan kuncikunci itu,

‘lalu apalagi yang kau cari?’, katamu menyudutkanku,
‘bahwa benar kini tak lagi sesalmu untuk menjemput ajal?’,
‘ada bundamu disana yang mencintaimu’,
‘jangan abaikan sesalnya’,

kau telah cukup memiliki segala tahu,
tanpa harus lagi memaksa diri,
biarkan dia mencarimu,
takdirnya telah tertulis untukmu,

ah kau begitu mencabiku sahabat, salam ta’dzimku untukmu..



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s