Aku ingin binasa itu untuku,

Bahkan jika kau mengajaku bicara berduapun,
Aku hanya bisa merancau tentang rasa dan logika rasaku,
Lalu ketika sangkalmu tentangku,
Telah kukatakan sebelumnya tentang tak mampuku atas kehendakNya.

Dan makian tentang egoisme dan kebodohan ini,
Memang benar adanya inilah adaku,
Adaku dalam pandangan mata lahirmu,
Adaku dalam kecerdasan logika akalmu,

Kau benar aku tak mampu menyalahkanmu,
Aku tak mampu mencari salahmu,
Karenanya aku merancau diluar logika akalmu,
Kebodohanku mengatakan kau tak mau tentangku,

Sepertimu, kau lihat aku memusuhimu dalam kataku,
Itu benar, seperti ujian adalah bagi mereka yang teruji,
Dan menurutku yang bodoh,
Maka makian itu hanya bagiku yang termaki, entah bagimu, kau yang tahu.

Sahabat, ini aku yang mencintaiNya,
Kaupun tahu bagimana gila dan butanya pecinta wanita,
Lalu aku?,
Aku mencintaNya, biarkan aku terkungkung dalam bodohku akan cinnta ini,

Dan kebinasaan yang kau katakan tadi,
Itu yang aku cari,
Dalam lemah ini,
Aku akan binasa dan hanya ada Dia.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s