Teruntuk kekasih..

Tuhan memilihku dihatimu, yang menjadikan hatimu bergetar karena rindumu, rindu dari pertemuan terakhir yang aku sesali. Aku tak bertanya bagaimana Tuhan menumbuhkan cinta, karena aku tahu akan sangat aneh bila Tuhan menjawab dan kemudian kuceritakan pada mereka. Cukuplah ketidak percayaan mereka akan Tuhan dengan apa yang diperbuat Tuhan selama ini kepada mereka. Sayang, karenamu, Tuhan mengubah kebencianku menjadi cinta, itu satu hal yang akupun tak mengerti, dan aku berhenti bertanya tentang itu.

Sayang jika Tuhan memberi satu lagi kesempatan mengulang hidup, tak akan kuambil kesempatan itu, karena sekarang aku mencintaimu dan aku takut Tuhan tak menempatkanmu dihatiku jika kuulangi hidupku. Cukupkah itu sebagai bukti cintaku padamu?. Sayang, cintaku bukanlah rekaanku, seperti yang pernah kujelaskan padamu. Dan engkau pun paham kekasihku, aku tidak belajar untuk menolak kehendak Tuhan. Aku tidak sedang hidup dalam kepura-puraan mencintaimu. Aku mencintaimu karena Tuhan.

Kekasihku, jika kita terus bertanya tentang akhir cinta ini, lalu bagaimana kita bisa mengingat bagaimana cinta ini berawal?. Tuhan mengajariku untuk menerima tanpa meminta dan Tuhan-pun mengajariku untuk tidak menggenggamu erat, sekali lagi bukan karena ketak cintaanku, karena aku mencintaimu dengan cara yang aneh dan keluar dari kebiasaan cinta yang membabi buta tanpa nalar. Meski terlihat sebaliknya. Kekasihku engkau benar-benar tinggal dihatiku dengan cara yang indah. Jika Tuhan menginginkan kita bersama, maka banyak jalan yang tidak kita pahami tentang itu. Jangan kita menginginkan sesuatu yang tak diinginkan Tuhan, maksudku bukan aku tahu akan keinginan Tuhan, aku hanya ingin memintamu tidak mereka akhir cinta ini, yang membuat ketakutan dihatimu. Tuhan tidak memberikan cinta ini untuk kita takuti, tetapi lebih untuk mengingat kuasa-Nya.

Cintaku, Tuhan senantiasa mengingatkanku untuk mengisi cinta ini dengan-Nya, dengan mengarahkan tujuan kita kepada-Nya, hal itu yang Tuhan yakinkan padaku. Aku menembus batas keyakinan dan mengarahkanku padamu. Aku tak memintamu melakukan hal yang sama sepertiku, itu adalah jalanku, dan engkaupun punya jalan yang indah. Aku tidak sedang mencari kebenaranku dengan merendahkan, namun dimanapun Tuhan mewujudkan diri-Nya kesanalah aku berlari. Aku meyakini Tuhan yang sama denganmu, jika menurut mereka itu adalah pengingkaranku pada Tuhan mereka, itulah yang Tuhan ajarkan padaku, akupun tak bisa menjelaskan. Aku sedang mencari Tuhan, bukan mencari pembenaran diri. Aku mencintaimu kekasihku. Jika engkau mampu menerima maksudku ini kekasihku, itulah tanda Tuhan bagiku tentangmu. Aku mencintaimu.

Kekasihku, aku tak sanggup menutupi apa yang Tuhan ajarkan padaku kepadamu. Tuhan memfasihkan lidahku ketika menjawab apa yang engkau tanyakan. Dan menambahkan rasa cintamu akan Tuhan, lalu apakah aku akan merasa membuatmu mencintaiku, tidak sayang, yang aku yakini semua itu karena Tuhan. Sayang aku tidak melihat kebencian Tuhan dengan benci, tapi Tuhan mengajariku untuk melihatnya dengan cinta, itu juga yang aku inginkan engkau menanamkan dalam hatimu. Aku mencintaimu.

—————————————————————————————————————————–

Kekasihku, aku ingin menanyakan akan satu hal padamu. Pernahkah engkau merencanakan sebelumnya saat kapan engkau akan marah kemudian hal itu terjadi, atau dapatkah engkau menghilangkan rasa marah seketika rasa marah itu datang? Jika kau jawab dapat, aku tidak sedang menanyakan bagaimana engkau menyikapi rasa marah itu, yang aku pertanyakan tentang rasa yang ada dihatimu, bukan tentang suatu sikap yang engkau reka dan rencanakan, mengertikah maksudku kekasihku?. Sayangku tentang adanya rasa yang datang dihatimu itu adalah pemberian Tuhan, sekalipun usahamu untuk menentangnya dengan sangat keras tidak akan dapat menentang rasa yang ada dihatimu, batas tertinggi dari kemampuan manusia adalah cara menyikapi rasa yang ada, itupun adalah atas kehendak Tuhan semata. Cinta itupun adalah rasa yang Tuhan simpan dihatimu, sekalipun seseorang mencoba untuk mencintaimu, namun Tuhan tidak menyimpankan rasa kecintaan itu dihati mereka, cinta itu hanya sebatas menjadi kebohongan saja. Sayangku, Aku mencintaimu jujur dan engkaupun tahu.

—————————————————————————————————————————–

Sayang, aku merindukanmu, rindu tak bertepi dari ketakterbatasan lautan cinta yang kita arungi. Kekasihku kenginan nafsuku untuk menatapmu sejarak pelukan, aku serahkan kepada Tuhan untuk dibakar diatas tungku kerinduan, atas harapanku karena cinta kita bukan atas nafsu itu. Rasa kasihku kepadamu aku letakan diatas panggung Logika dan kubiarkan menari-nari dengan pengetahuan, pengetahuan yang aku miliki tentang cinta. Kekasih aku mencintaimu, mencintaimu dengan apa yang tak pernah kurasakan sebelumnya, aku jujur dan engkau tahu pasti akan hal itu. Kekasih sebelum engkau ingat akan keburukanku, ingatlah ketika aku mengatakan padamu, aku tak akan menyentuhmu sebelum engkau menjawab pintaku untuk menjadikanku suamimu, suami yang akan menjaga dan menuntunmu mengenal Tuhan. Sayangku aku mencintaimu, hingga karena pikiranku terpenuhi olehmu habislah kata-kata yang ingin aku ucapkan. Sayangku aku lupa…..

—————————————————————————————————————————–

Sayang selama hati ini masih terpenuhi oleh cinta kepadamu, aku tidak akan pernah mampu menyentuh cintaku akan Tuhan. Hingga karena cintaku yang mendalam kepadamu aku hampir-hampir kehilangan kerinduanku akan Tuhan. Sayang aku merindukan saat kita menari bersama mengiringi langkah kita menuju Tuhan. Karena itulah awal cinta kita, karena kecintaanku yang teramat sangat kepadamu adalah awal ketidak mampuanku untuk melepasmu dan kembali berlari menuju Tuhan. Sayang aku ingin menghapuskan rasa takutku kehilanganmu karena Tuhan mengingatkanku bahwa hanya Dialah yang kekal abadi. Sayang aku menyadari ini adalah satu ujian Tuhan untuku, akankah aku lebih memilihmu atau memilih bersama-Nya. Sayang, aku akan tetap disini bersamamu, jangan engkau khawatirkan tentang itu. Sayang aku tidak mencatatkan ini untuk membuatmu semakin dalam menanamkan rasa cintamu kepadaku, aku bukan tujuanmu, tapi Tuhanlah tujuan hakiki cinta kita. Aku tidak ingin menjadi pembohong dengan mengatakan mencintai Tuhan namun takut kehilanganmu. Sayang, jika engkau berat melangkah menuju Tuhan denganku, maka Tuhan akan membiarkanku disini untuk tetap mencintai-Nya dan tetap engkau cintai. Namun tetap ingatlah sayang, aku bukanlah tujuanmu, aku ada untuk menjadi jalanmu menuju Tuhan, dan Tuhanlah tujuan hakiki yang tidak akan membuatmu kecewa, meski engkau akan merasakan sakit ketika engkau berlari mengejar-Nya. Sayang jika engkau menjadikan catatan ini sebagai pisau yang menyayat-nyayat hatimu, karena kebohongan-kebohonganku, maka hal ini akan tetap menjadi pisau yang menyakitimu. Sayang maafkan aku, pandanglah Tuhan, jangan hanya terpaku memandangku.

——————————————————————————————————————————

Sayang, aku meminta kepada Tuhan jalan terbaik bagimu untuk mengenal-Nya melalui jalan yang Engkau yakini. Bagiku sendiripun aku tak menemukan cara bagaimana harus memulainya, karena kecintaanku aku serahkan diriku kepada Tuhan untuk memfasihkan lidahku mengenalkan Tuhan padamu. Sayang sekali lagi aku meyakini bahwa engkau hanya akan melihat dari sudut pandang keceriaan, ketenangan, cinta dan kebenaran meskipun disisi lain akan ada hal yang engkau pertentangkan namun aku meyakini kebaikan yang engkau miliki. Sayang, temukanlah sendiri arti terdalam dari setiap kata-kata yang akan tergelincir dariku, selaraskanlah dengan apa yang engkau yakini, jangan engkau sedikitpun mencari perbedaan, karena telah berulang aku ceritakan padamu tentang apa yang sebenarnya kucari.

Sayang Tuhan yang seharusnya bagiku adalah Dia Yang menciptakan segala sesuatu, Dia yang tidak memiliki persamaan dengan mahluk, Dia Yang Maha meliputi segala sesuatu, Dia Yang Maha Berdiri sendiri tidak membutuhkan apapun disampingnya, Dia yang Awal dan Dia Yang Akhir. Tidak ada sesuatupun dalam alam semesta ini yang menyerupai Tuhan dalam Dzat maupun sifat, namun dia meliputi segala sesuatu tidak hanya meliputi aspek yang dapat engkau jangkau dengan mata jasad, namun sampai dengan aspek mikroskopis dan aspek batin , Tuhan meliputi segala sesuatu sampai dengan unsur-unsur dan atom-atom penyusun dari sesuatu itu sendiri, dan sampai dengan sesuatu yang lebih kecil dari itu. Udara yang engkau hirup ini Tuhan meliputinya pula, Tubuhmu hingga ion-ion penyusun tubuhmu diliputi pula oleh Tuhan. Sayang Tuhan mencintai hamba-Nya dan Tuhan sangat benci dengan orang yang menduakan-Nya, meski tidak ada sesuatu kecuali itu Tuhan yang dijadikan seorang hamba itu sebagai sesuatu yang kedua yang dicintai hamba itu. Mengertikah engkau kekasihku?. Seperti itulah pemahamanku, boleh engkau mencintai sesuatu selain Tuhan secara berlebihan namun engkau harus tahu bahwa yang engkau cintai itu tidak menjauhkanmu dari mengenal Tuhan seperti yang Tuhan inginkan. Maksudku bahwa Tuhan yang seharusnya engkau agungkan adalah Tuhan yang tidak engkau lihat, namun engkau meyakini Tuhan Yang Maha Tinggi itu ada, karena apa yang engkau puja namun ia bertolak belakang dengan sifat Tuhan, itu hanya akan menjadikan Tuhan cemburu kepadamu karena engkau melupakan Tuhan yang seharusnya engkau puja. Sayangku maafkan bila kataku menyayat keyakinanmu. Aku meyakini Tuhan yang sama denganmu, ketika engkau mengatakan suatu hal tentang Roh, begitu pula Tuhan menguatkan keyakinanmu melalui pembenaranku. Karena yang aku mengerti,”kemudian Aku menipukan Roh-Ku’. bahwa roh itu adalah milik Tuhan, dan Tuhan yang Maha Tahu yang memiliki ilmu tentang itu.

Sayangku aku takut terlalu dalam menyayat hatimu hingga tertanam kebencianmu akan aku karena memberitahumu tentang pemahamanku. Sayang jika ini tidak dapat engkau nalar dan membuatmu sakit, maka lupakanlah, Tuhan meletakan cinta dihatiku bukan kebenciaan. Dan akupun mencintaimu sesuai yang engkau rasakan, bahkan lebih dari itu.

——————————————————————————————————————————

Sayang, bahkan sampai saat ini aku tidak dapat menerima dengan wajar atas apa yang Tuhan letakan dihati kita. Telah terlalu lama aku hidup dalam kebiasaan baik yang telah tertata dalam pandangan-pandangan yang berlaku dalam kehidupan. Kemudian kini apa yang aku yakini telah merobek pemikiranku tentang kebiasaan baik yang berlaku biasa dimata kehidupan itu, ketika kini aku benar mengerti tentang bagaimana Kehendak Tuhan telah berlaku sejak sebelum aku menyadari adanya ilmu tersebut, hingga kini kemanapun aku melempar pandangan disitulah aku melihat Tuhan. Sayang, aku tidak bermaksud untuk menjadikan ini sebagai pembenaran diri atas apa yang terjadi diantara kita, karena aku tidak menyalahkan mereka atas apa yang kita ketahui. Sayang aku memintamu sekali-kali untuk tidak terlarut dalam pandangan-pandangan sebatas mata lahirmu, yang mengakibatkan penilaian dangkal yang mengotori hatimu. Aku mengingatkan diriku dan dirimu bahwa segala yang terjadi adalah atas kehendak Tuhan dan tidak sesuatupun yang dapat dijadikan alasan untuk menyangkal hal tersebut. Sayang, ini adalah tentang kebenaran, jika engkau akan mereka jawaban tentang ini lalu adakah kesalahan atas apapun yang dilakukan Tuhan, bahkan kata-kata yang akan tereka dalam pikiranmu sebagai alasan itu adalah pemberian Tuhan. Sayang, ini adalah kelemahanku untuk mudah menyerah atas kehendak Tuhan, dan aku menganggap diriku sebagai orang yang kalah dalam pandangan manusia karena aku mengakui Tuhan-lah yang berkehendak. Sayang, maafkan aku jika apa yang aku katakan ini bertentangan dengan pengetahuanmu tentangku. Aku menjadikan kebiasaan baik yang tertanam dalam diriku sebelumnya sebagai alasan atas hal ini. Tidak terlalu mudah untuk menyelaraskan keyakinannku saat ini dengan apa yang telah tertanam dalam diriku. Sayang aku meyakini engkau akan melihatku dari sudut pandang kecintaanmu, karena dari sudut yang lain, tanpa tergelincirnya satu katapun dariku aku akan tetap salah. Sayang maafkanlah aku sekali lagi.

—————————————————————————————————————————–

Sayang, ketika seorang hamba memulai pikirannya akan keindahan Tuhan, maka Tuhanpun akan menyambut hamba tersebut dengan cinta dan Tuhan akan meletakan cinta dalam hati hamba tersebut akan Dia. Karena tak akan terjadi tepukan dari satu tangan saja kecuali tangan lain menyambut tangan itu hingga terdengar suara tepukan. Maafkan aku sayang jika ini terlalu dalam dan membingungkan. Sayang, Tuhan itu begitu indah, maka aku memberitahumu untuk mencari-Nya. Jika engkau merasakan keindahan dengan mencintaiku, maka ketika engkau berhenti mencintaiku dan mendengarkanku untuk mencintai Tuhan, engkau akan mengendapkan rasa sakit dalam hatimu karena cinta yang terjadi antaramu dan Tuhan. Sayang kemarilah dan cintai Tuhan, Tuhan yang sebenarnya, Tuhan yang tidak sebatas pandangan lahir saja, Tuhan yang tidak terbatas dalam pandangan batin. Kemari dan tutuplah kedua matamu, tenangkan dirimu hingga engkau tak mendengar suara dunia, hingga suara-suara dalam pikiranmu pun hilang, maka engkau akan benar-benar menemukan Tuhan yang sebenarnya. Sungguh sebenarnya lebih mudah dari itu untuk mendapati Tuhan, jika engkau mau untuk memahami dan mengerti apa yang aku katakan. Sayang, karena Tuhan meletakan kecintaanmu kepadaku, maka Tuhanpun memudahkan dirimu mengerti bagaimana aku berbahasa. Sayang jika engkau telah menemukan Tuhan yang sebenarnya maka engkau akan malu pada Tuhan jika engkau mencintai dan meminta kepada apapun selain-Nya. Sayang tenangkanlah dirimu, tenangkanlah dirimu dan bersemangatlah, rasakan adanya Tuhan yang dekat, yang sangat dekat denganmu, yang meliputi tiap sel-sel tubuhmu bahkan meliputi penyusun sel tubuhmu itu dan bahkan yang lebih kecil dari itu diliputi oleh Tuhan. Sayang Pejamkanlah kedua matamu, dan hiruplah nafas yang juga tertliputi oleh Tuhan….Sayang rasakanlah dan tenanglah….Hapus dalam benakmu tentang bagaimana wujud Tuhan, karena Tuhan lebih tinggi dalam anggapan benak manusia….Tuhan itu teramat luas dari apa yang pernah manusia ketahui…..Apa yang ada dalam benakmu itu adalah apa yang engkau ciptakan, sedang Tuhan yang telah menciptakanmu, adakah engkau akan menciptakan Tuhan dalam benakmu yang telah menciptakanmu sebelumnya?…Sayang lakukanlah…..

—————————————————————————————————————————–



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s