Tanpa judul ajalah..

Ketika aku hidup sejajar dengan manusia, aku melihat sebagian dari mereka mengalami sakit, lalu sebagaian dari mereka yang sakit itu, ada yang menutup diri dan ada pula yang tetap berdiri dengan tegak, dan dari sebagian yang tetap tegak tersebut ada yang menutupi rasa sakit mereka dengan sangat baik. Lalu aku memalingkan pandanganku kepada manusia yang lain, aku melihat pada beberapa orang terlihat sayu dan tidak memiliki gairah akan hidup mereka, sebagian dari mereka hanya duduk dan menyesali diri,Lalu dari sebagian yang menyesali diri itu ada yang tidak bergerak dari tempatnya dan ada pula yang mengarahkan pandanganya jauh kearah yang kosong. Kemudian pada orang yang mengarahkan pandangannya itu aku lihat dalam carut wajahnya memberikan kekaguman pada seseorang yang dalam pandanganku sebelumnya mengalami rasa sakit dengan tetap tegak dan membohongi diri. Dan tiba-tiba aku lihat seseorang yang menyesali diri itu mulai menirukan kebohongan seorang lainnya untuk dapat berdiri tegak.

Aku menghela nafas karena lelah, kemudian aku kembalikan diriku sejajar dengan manusia. Dan kumulai lagi untuk mengamati kehidupan, seakan aku tersentak, kulihat manusia itu mulai hidup dalam tawa, lalu aku beranikan diri bertanya,’apa yang terjadi?’, katanya, dengan raut menahan beban, ‘beginilah seharusnya hidup itu kawan’. Lalu aku kembalikan pandanganku dan aku mulai menyadari, bukankah ini semua dimulai dari kebohongan menahan sakit dulunya, dan mereka menganggap sesuatu yang biasa ini bagi mereka sesuatu yang sepertinya benar, padahal bukankah ini sebelumnya suatu kebohongan?



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s