Percakapan dengan Hendrik Garang III

Saya

salam cahaya,
10:43Hendrik

salam semesta……..
10:43Saya

sibuk kah kakangku?
10:44Hendrik

sedikit ….
10:46Saya

berarti banyak yang tersisa buat saya dong kang?hihihihihi(ngarep mode:ON)
10:53Saya

kang sudah saatnyakah, saya menerima ilmu tentang kearifan?
11:10Hendrik

apa ada larangan untuk menerima ilmu itu…..
11:11Saya

ceritakan pada saya kang,
11:24Hendrik

Makhluk hidup memiliki kecenderungan, menjauhi sesuatu yang tidak disenangi, mendekati sesuatu yang disenangi dan enak,
itu adalah ciri khas nafsu,
membuat makhluk mendekati maupun menjauhi, tidak ada yang salah dengan itu, justru itu adalah benar, paling tidak mekanismenya memang seperti itu, kalau tidak memenuhi mekanisme seperti itu berarti tidak benar, tidak memenuhi kaidah alamiah……….apa itu arif menurut saudaraku….???
11:26Saya

izinkan saya yang kurang ilmu ini menambahkan sebatas apa yang saya ketahui kang,
11:33Saya

Fitrah manusia selalu mencari akan Tuhannya, mencari keindahan-Nya dengan menyenangi apa yang baik-baik, dan menjahui kemurkaan dan kesempitan karena takut akan Tuhan-Nya yang Maha Merendahkan. Allah Yang MAha Menciptakan tahu akan kelemahan2 manusia, jikalau Tuhan tidak mau akan kelemahan manusia, pastilah tidak Dia berikan pada manusia itu kelemahan2, Seindah rumah2 yang indah pastilah ada keranjang sampah tempat membuang kotoran disudut ruangannya, seperti itulah pandangan saya. Janganlah dunia ini sebagai alasan kita jauh akan Dia, pantaskah seperti itu? sungguh Tuhan tidak dibatasi oleh itu.
11:41Saya

begitulah pandangan saya kang, luruskanlah bila ada sesuatu hal yang salah kang,
11:43Hendrik

betul sekali…..yang dipermasalahkan dalam agama bukanlah, ada tiadanya nafsu,
namun, bagaimana mengarahkan nafsu itu sendiri, baik kecenderungan makhluk untuk mendekat maupun menjauh, tumbuhan memiliki daya pembeda mendekati sumber kehidupan,
ia akan mendekati sumber cahaya dan mendekati sumber makanan,
Itulah yang disebut sebagai daya tarik terhadap apa yang dibutuhkan atau syahwat………
11:49Hendrik

Manusia yang sejati itu ialah ia yang mempunyai hak dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa, serta berdiri mandiri diri pribadi. Sebagai hamba ia menjadi sukma, sedang Hyang sukma menjadi nyawa. Hilangnya nyawa bersatu padu dengan hampa dan kehampaan ini meliputi alam semesta…….. suwung….
11:52Saya

Seperti itulah seharusnya menahan diri, namun hamba yang lemah hati ini selalu saja tersandung dunia,


2 Comments on “Percakapan dengan Hendrik Garang III”

  1. Dafa says:

    Assalammualaikum..mas jalan cinta pencari…mantap artikelnya.maaf numpang corat coret salam kenal mas .asli mana mas?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s